Ada rasa nyeri mengiris dihati, saat membaca sebuah kabar gembira tentang kenaikan gaji PNS (baca: Pegawai Negri Sipil), TNI dan POLRI ditahun 2011, dimana para abdi negara itu akan mendapat kenaikan gaji 10%. Gaji pokok PNS golongan terendah ditetapkan minimal hanya Rp. 2 jutaan perbulan dan bahkan untuk guru minimal 2.654 juta perbulan, Selain itu mereka juga akan tetap mendapat gaji ke 13 yang menurut saya adalah gaji bulan ke 13 walaupun di dunia ini dimanapun tempatnya yang namanya bulan hanya 12, namun untuk PNS ada bulan tambahan yaitu bulan 13 entah bulan apa itu namanya…. Hal ini tentu sangat menggembirakan dan memang sudah sepantasnya dilakukan pemerintah. Kenaikan harga berbagai kebutuhan hidup perlu diimbangi dengan kenaikan pendapatan para pegawai.
Yang disayangkan, setiap kali pemerintah mengumumkan dengan terbuka tentang kenaikan gaji PNS sebenarnya secara tidak langsung ‘menusuk’ hati dan perasaan masyarakat yang tidak berstatus sebagai PNS. Bayangkan ketika para buruh dihantui ancaman PHK dan gaji yang hanya pas angka UMR, pemerintah justru mengumumkan kenaikan gaji PNS.
Ditengah sulitnya petani karena harus bergelut dengan iklim,hama dan penyakit itupun masih harus dihadapkan dengan harga pasar yang terus menerus tidak menentu, sementara biaya produksi terus meningkat justru ‘disakiti’ dengan kemurahan hati pemerintah pada para PNS.
Memang tidak ada yang salah dengan kenaikan itu. Yang menjadi catatan sebenarnya adalah fakta adanya kesenjangan antara pendapatan para pegawai dengan buruh, petani, nelayan dan masyarakat kecil lainnya. Data BPS menunjukkan, angka kemiskinan Maret 2010 sebesar 31,02 juta dan 19,93 juta di antaranya ada di pedesaan.
Artinya, ketika gaji PNS minimal sudah berada di angka Rp 2 juta/bulan, masih banyak petani, buruh tani dan nelayan di pedesaan yang hidup miskin. Ketika para PNS hidup lebih sejahtera ternyata para petani dan nelayan justru masih kesulitan mencari makan.
Oleh karena itu kesungguhan pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan PNS akan lebih baik bila diimbangi pula dengan kesungguhan untuk memperhatikan kesejahteraan rakyat kecil bukan PNS. Menaikkan gaji PNS memang langkah mudah karena tinggal menambah alokasi anggaran dan belanja pegawai, namun menaikkan pendapatan petani, nelayan dan buruh bukan perkara mudah. Dibutuhkan keberpihakan, komitmen dan kesungguhan dengan langkah strategis dan taktis yang cermat untuk bisa menaikkan berjuta-juta rakyat yang masih terjerat kemiskinan.
Disarikan dari: majalah Sinartani edisi 25-31 Agustus No 3369 Tahun XL

SETUJU BGT MAS…. JERITAN PETANI, TAK AKAN PERNAH TERDENGAR OLEH TULINYA PARA ABDI NEGARA…. SUNGGUH HERAN, PADAHAL KALO TIDAK ADA PADI, MEREKA TAK AKAN PERNAH MAKAN NASI…
ADAKAH YANG MAU MENGHARGAI, HITAM PEKAT KULIT YG TERLAPIS LUMPUR DAN TERSENGAT MENTARI, KERINGAT BERCUCURAN DITENGAH PEMATANG SAWAH…. DEMI SEBUAH MAHA KARYA YG TAK PERNAH DIANGGAP ISTIMEWA….
Ya… petani itu-kan kata lainnya adalah “ihlas”, diapa-apakan atau tidak diapa-apakan tetap aja berkarya, mudah-mudahan aja ngga jemu menyandang predikat “petani” Indonesia. Tar kalo jemu apa yang di makan Luna dan Maya? (kejauhan ya mgomongnya…. hahaha…74 X)
ehem.. ehem…
maaf mas-mas semua kalo pendapat saya kurang berkenan,,,
ada revolusi industri, ada jg militer,,,
coba kita bayangkan bagaimana kalau ada revolusi PETANI..
mengapa kita menyibukan diri dengan memikirkan kemana keberpihakan, perhatian, kepedulian dan dukungan yang seharusnya kita dapat, toh semua itu akan melemahkan mental kita…
kita harus sadar, bahwa kita berjuang sendiri..
berjuanglah, sadarlah, bangkitlah dari keterpurukan karna mengharapkan itu semua..
bersatulah pejuang yang merasa sendiri…
mari kita perjuangkan “KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA”
maaf agak ngelantur, ternyata sdh dini hari…
sukses buat mas YUSUF untuk pertanian-nya juga BLOG-nya..
salam..
Ya betul saya setuju, bahkan hampir semua petani di Indonesia bisa hidup mandiri, apalagi program bantuan untuk petani dari pemerintah banyak yang kurang bisa dirasakan langsung oleh petani, dan pupuk bersubsidi yang bisa langsung dirasakan petani (terlepas kalau pupuk kimia itu penyebab menurunnya kualitas tanah) malah kini sedikit-demi sedikit dikurangi subsidinya, akhirnya benar2 mandirilah petani Indonesia ditengah demonstrasi PNS yang minta perbaikan kesejahteraan. Menangis tanpa air mata, berteriak tanpa suara……. petani INDONESIA…. Tetap Semangat !!!!!!
Itu sih belum seberapa.bagaimana pula dengan rencana pembangunan gedung baru DPR dan pemberian dana aspirasi untuk anggotanya?. “Petani” dengar kata ini banyak orang yang mikirnya profesi rendahan dan kotor.bahkan petaninya sendiri ada yang mikir gitu(tapi bukan saya lho),sehingga banyak juga petani yang mau jual lahannya untuk “beli” profesi PNS buat anaknya.maklum deh disini harga PNS cukup mahal sekitar 125cc eh salah maksud saya 125 juta(harga pasaran bervariasi,tergantung jenis profesinya).mungkin ini salah satu sebab negri ini makin kacau.buat para petani sejati maju terus,yakinlah kepada Tuhan yang maha memberi rizki.buat mas tohari hapus aja komen ini kalau gak lulus sensor.
Ga da ya ngelamar jd petani dg uang pelicin…..?
siapapun penguasanya kebijakan populer yg diambil pastilah kenaikan gaji PNS, knapa? karena itu cara yg efektif menarik simpati dan dukungan untuk kepentingan dalam pemilu dengan kata lain PNS adalah komoditi politik yg paling efektif di Negeri ini, karena kebijakan ini berkaitan dengan politik maka semuanya dianggap halal tanpa harus memikirkan dampak dari kebijakan tersebut…. siapa yg paling dirugikan dengan kebijakan ini…. dia adalah yg bernama PETANI.
Tetap smangat ya pak tani….
Sangat setuju!!!, Semangat… (kepalan tangan semakin melamah)
memang menyedihkan nasib petani di negeri ini kemungkinan juga dialami seluruh petani di negara2 berkembang /terbelakang) ,semuanya aku rasa adalah kesalahan dari system pemerintahan kita yg tidak megapai masyarakat petani,aturanya bagus bagus tetapi aparat yg menjalankanya yg kagak beres…
petani memang meyedihkan tapi apalah nasib hobynya aku bertani jadi tetap kobarkan semangat bertani walaupun mulut mengerutu wkakakakaka….
nb. petani di jepang rata2 sejahtera karena system mereka bagus,aku pernah baca artikelnya cuma lupa dimana,yg nulis orang indonesia juga tetapi punya saudara yg bertani padi disana
kalo coment ini dirasakan bermasalah hapus aja bang.tq
Tetaplah bersemangat sahabatku, sahabat senasib, seperjuangan……
Jangan bersedih….
Kita masih punya yang Maha Penyayang dan Maha Pemberi…
Dia Maha Kaya…
(Sang pura2 filosofis yang sok puistis …. Pujangga kekeringan inspirasi hihihi….)
mungkin yang anda maksud Blog atani tokyo,..coba lihat aja banyak informasi disana, ternasuk oengalaman para petani magang di jepang
Yak mass suwun saya dah langganan blog itu… hehheh
Selamat buat Pejabat dan semu PNS, aturlah biar hidupmu senang, tunggu kehadiran gaji ke-15. Buat para teman petani yg mulia pasra aja menerima kenyataan.
jangan hawatir petani akan menerima gaji ke 17 dengan bonus surga….. jangan ada airmata sahabatku……………..