Memang pertanian identik dengan lumpur dan kotor. Maka dari itu sarjana pertanian lebih sedikit dibanding sarjana jurusan lain, misal ekonomi, hukum, teknik ataupun yang lain, alasanya apa?, sederhana saja karena pertanian itu “kotor”. Sekarang orang lebih suka kotornya politik dibanding kotornya pertanian.
Terlepas dari itu, sebagai seorang yang bergelut dengan pertanian yang identik dengan lumpur dan kotor, sebenarnya dipundak kita memikul tanggung jawab yang besar untuk menyangga kehidupan yaitu yang berkaitan dg perut (dan yang dikeluarkan dari perut ha..ha) walaupun terkadang pertanian sering dipandang sebelah mata (kaya bajak laut) sebagai golongan berkasta rendah dan kotor (krn dekat ama lumpur). Tapi memang begitulah pertanian kita, selagi kita belum bisa menunjukan profesionalitas, teknologi dan aplikasi yang modern untuk pertanian kita.
Maka dari itu sedikit yg kita tahu marilah bagi, dan dari sedikit yg kita bisa marilah kita berbuat untuk kemajuan pertanian yang kita banggakan.
Untuk sebuah informasi dan solusi yang berkaitan dengan teknik budidaya pertanian, baik hortikultura, tanaman pangan, tanaman buah, sayuran, hias, organik/anorganik kami menyediakan konsultasi gratis!!, sebatas kemampuan kami dan sejauh yang kami bisa, kami akan membuka ilmu seluas dan selebar mungkin untuk mendapatkan arti hidup yang lebih bermanfaat untuk sesama, karena hidup akan lebih berarti bila kita bisa berbagi, walau hanya setetes air di luasnya samudera (ih, sok puistis).
Semoga bermanfaat
Wassalam.
TOHARI YUSUF
Email: tohariyusuf@gmail.com
Phone: 081359429867


Walau sering ke blog ini, baru kali ini saya ke postingan ini.menurut saya untuk berdedikasi di dunia pertanian tidak mesti sarjana pertanian.saya sendiri ingin kuliah di fakultas pertanian,tapi karena keterbatasan,keinginan saya tak kesampaian.walau begitu saya tetap berupaya belajar lebih dalam tentang pertanian kepada yang lebih tau ,salahsatunya ya kepada abang.terima kasih telah membagi ilmunya.
Betul, namun hanya sedikit pemuda yang seperti anda dan saya (sok banget nih…), kebenyakan mereka memilih menjadi buruh pabrik atau yang lain asal ngga di pertanian, kebanyakan mereka bilang pertanian kuno n jijik, kalau ada pekerjaan yang lain kenapa pilih pertanian. mudah-mudahan pertanian kita semakin maju dengan adanya manusia2 muda seperti kita (wadduh gila lagi neh…) yang senantiasa mencintai pertanian.
Kami salut dengan generasi muda yang mau peduli dengan keterpurukan pertanian kita saat ini. Maju terus pantang mundur karena keinginan mensejahterakan wong cilik, mitra mitra tani adalah suatu ibadah dan pahala bagi kita. Kami juga sangat ingin bisa membantu kalau dimungkinkan; dan untuk tujuan tersebut kami ingin memperkenalkan bibit padi lokal unggul produksi kelompok kami yang sudah terbukti di lapangan dengan hasil panen rata rata sekitar 12 ton. Juga kami ingin memperkenalkan produk produk organik kepada mitra mitra tani yang juga sudah terbukti di lapangan kualitasnya sangat bagus baik pupuk Humic Acid, pestisida, fungisida organiknya.
Bagi yang berminat bisa menghubungi kami via email : gunawand@hotmail.com atau call/sms ke 08161398114
Salam sukses pertanian kita
Jumapa lagi Mas Gunawan, bagi para pembaca yang menginginkan untuk memperoleh/mejadi distributor dari produk diatas, silakan menghubungi e-mail atau phone dari mas Gunawan diatas, mari kita gunakan produk putra bangsa sendiri….. semoga bisa bermanfaat untuk pertanian kita.
salam kenal
Salam kenal juga dan terima kasih atas kunjungannya….
Salaaam…
Salam Pertanian, mantap mas….seneng dan banyak belajar nih dari blog ini
Terimakasih banyak, Jadi tersanjung……..
numpang coment lagi ni bang….
mnurut saya pertanian itu mantap selalu ada perkembangan tiap hari selalu bersaing dengan pertumbuhan tanaman,ada kepuasan tersendiri melihat tanaman tumbuh dengan sehat dan segar ada juga kekuatiran kalao tanaman sakit (bisa di bilang panik hehehehee),saya orang ekonomi tapi lebih suka kepertanian (kayaknya kuliah salah ambil jurusan deh ).
saya harap blog ini terus berkembang dan terus berbagi kesemua petani kita…
semnagat PETANI kita ubah image petani kotor menjadi petani sukses,biarkanlah yg kotor kotor itu berada di politik saja hehehehehe
Iya, tapi kadang-kadang perkembangan tanaman berbanding terbalik dengan pasar….
kalau tanaman lagi sakit panik dah pasti tapi jangan ogah-ogahan menegok tanaman kita hehehe….
Salam kenal mas seneng sekali bisa baca tulisan mas Tohari….
Salam kenal juga, saya juga seneng anda membaca tulisan saya… terima kasih….
Salam kenal mas,
Saluut dengan karya anda melalui media ini, sepertinya kita memiliki interested keberpihakan yang sama meski dalam bahasa yang berbeda. Sedang mengidap penyakit yang sama yi sama2 abstain lama utk update blog, pdh bahan yg dimiliki sdh banyak hanya penyakit malasnya yg masih seneng nempel jd tulisan blm sempat terpublish. Tujuan sama saling share dan opend mind demi saling mencerahkan dan saling memberikan manfaat.
Tetap berkarya dan menulis mas, meski hanya sependar sinar lilin mari kita maknakan bagi kemanfaatan orang banyak, btw kl ada wkt jalan2 jg ke blog saya http://www.andreysubiantoro.viviti.com mungkin bisa saling bersinergi melalui tulisan2 kita demi kemanfaatan orang banyak, saya banyak mempubliskan di blog saya tentang keberhasilan petani2, setidaknya utk sedikit merubah paradigma bhw petani identik dg kotor, lumpur dsb spt kata dlm tulisan anda tdk lg menjadi berhala di pemikiran org, harapannya org akan semakin terbuka bahwa petani adl salah satu profesi yg jg mulia sebab menghidupi org banyak, mari kita menangkan petani dan memerdekakan petani dg cara yg kita bisa, yg kita mampu dan yg kita miliki meski hanya secuil pasir yg kt miliki tsb, tp biarlah secuil pasir itu mendudukan dirinya di tempat maknanya bagi org banyak, Amien….
Hahaah ternyata penyakit gila kita sama….. hahahahahagila pertanian. ini hampir sebulan ga buka blog….insaallahsaya akan berkunjung
Salam kenal mas, menarik sekali blognya. Mainlah ke blog saya. Kita saling berbagi.
Salam kenal Balik, Insyaallah saya akan berkunjung,tapi saya tak begitu aktif ngeblog saat ini
betul kang…. berbagi hikmah merajut ukhuwah ^^
salam kenal
Satu lagi saudara terjalin hahhaha makasih Mas…. salam kenal balik
Kang, emailku kq nggak pernah sampeyan balas ?